skip to main | skip to sidebar

Pages

Saturday, March 5, 2011

Tiga Tipe Manusia

semar

Hidup ini adalah sebuah misteri. Meski hidup ini sebuah misteri, maka tidak harus kita manusia yang hidup di dunia ini menyerah begitu saja dan membiarkan misteri tersebut tetap sebagai sebuah misteri. Namun, kita dituntut untuk terus mencari dan mencari berbagai misteri dalam hidup ini.

Manusia itu digolongkan menjadi tiga tipe.

Tipe pertama adalah manusia yang 100% percaya dengan logika. Artinya, jika melihat sesuatu yang diluar nalar, mereka pasti akan mencari jawaban dan menghubungkan jawaban tersebut untuk bisa masuk otaknya. Kebanyakan manusia tipe seperti ini cenderung untuk bertingkah-laku sesuai kehendak hatinya, asalkan masuk di otaknya.

Tipe yang kedua adalah manusia yang 100 persen percaya dengan hal-hal yang diluar logika. Umumnya tipe manusia seperti ini menganggap bahwa hidup itu selalu dipengaruhi oleh hal-hal ghaib. Tipe manusia seperti ini senantiasa cenderung malas untuk berpikir selain memikirkan hal-hal yang ghaib. Contohnya, bila usahanya tengah bangkrut, maka ia akan berpikir bahwa ada orang lain yang ‘menutup’ usahanya dengan cara ghaib. Maka, ia pun akan mencari penyelesaiannya dengan cara ghaib pula.

Tipe yang ketiga adalah tipe manusia yang 50 persen menggunakan logikanya dan 50 persen lagi menggunakan hati nuraninya. Umumnya, manusia yang bertipe seperti ini cenderung lebih awas. Ia akan tahu kapan harus menggunakan logikanya, dan kapan harus menggunakan hati nuraninya. Manusia yang bertipe seperti itu akan lebih dapat menggunakan ‘roso’-nya dibandingkan dengan dua tipe manusia sebelumnya.

Nah, kini pertanyaan yang muncul, tipe manusia seperti apakah kita ini? Apakah selalu menggunakan logika 100 persen, ataukah selalu menggunakan pemikiran terhadap Ghaib 100 persen,ataukah tipe manusia yang ketiga yang tahu kapan harus menggunakan logika dan kapan harus menggunakan hati nurani? Hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Yang jelas, sebagai panduannya, bukankah kita ini hidup di alam realita yang harus menggunakan logika, sementara kita juga diwajibkan mengenal GUSTI ALLAH yang nyata-nyata GUSTI ALLAH itu memiliki sifat ghaib.

sumber : kawruh kejawen

Artikel Terkait

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...