skip to main | skip to sidebar

Pages

Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Wednesday, August 3, 2011

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENGGALIAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL BUDAYA JAWA (Tembang Macapat sebagai Alternatif Bahan Ajar Penanaman Karakter)

0 komentar


ABSTRAK
Pendidikan karakter marak menjadi perbincangan di Indonesia pada beberapa tahun terakhir. Hal tersebut berkaitan dengan menurunnya moral dan nilai yang dialami oleh peserta didik dan lulusan sebagai output pendidikan Indonesia. Pada prinsipnya pendidikan karakter di Indonesia sudah dilakukan sejak zaman Ki Hajar Dewantara, tetapi kemudian tergerus dengan adanya nilai-nilai modern yang masuk dengan begitu derasnya, termasuk dalam bidang pendidikan di Indonesia. Karena itulah, pendidikan karakter sekarang ini masih dipandang sebagai wacana dan belum menjadi bagian yang terintegrasi dalam pendidikan formal, padahal pendidikan di Indonesia sudah memiliki mata pelajaran pancasila, kewarganegaraan, budi pekerti, dan sejenisnya.
Makalah ini membahas tentang pentingnya pendidikan karakter di Indonesia, terutama dalam menghadapi ide dan arus globalisasi. Indonesia membutuhkan lulusan-lulusan pendidikan yang tidak hanya kompeten namun juga berkarakter agar bangsa Indonesia tetap menunjukkan karakternya dalam kancah persaingan internasional. Salah satu yang dapat dilakukan dalam pendidikan karakter adalah penggalian nilai-nilai kearifan lokal. Salah satunya melalui tembang-tembang macapat yang telah terkenal memiliki pesan dan nilai kehidupan yang agung. Pengintegrasian nilai-nilai di dalamnya dalam pendidikan di Indonesia akan membuat anak didik memiliki karakter sekaligus menunjukkan kepribadian bangsa. Hal tersebut akan membuat keluaran pendidikan Indonesia memiliki kompetensi yang cukup, bukan hanya dalam kecerdasan kognitif, melainkan juga kecerdasan emosi. Guru sebagai pendidik dan pengajar memiliki peran penting dalam pelaksanaan pendidikan karakter tersebut.

Kata kunci: pendidikan karakter, tembang macapat, globalisasi.




Pendahuluan
Pendidikan dipandang sebagai faktor strategis dalam menciptakan kemajuan sebuah bangsa. Pendidikan yang berkualitas akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu dengan indikator berkualifikasi ahli, terampil, kreatif, inovatif, berkualitas, produktif, serta memiliki attitude (sikap dan perilaku) yang positif. Dewasa ini, pendidikan karakter marak dibicarakan oleh berbagai kalangan, terutama stakeholder yang berkecimpung pada ranah pendidikan. Pendidikan karakter dianggap dapat menjadi solusi yang solutif untuk menanggulangi kemorosotan moral dan nilai yang sekarang ini banyak dialami oleh peserta didik.
Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu pendidikan yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal terpenting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Survei di lapangan membuktikan bahwa kecerdasan otak seorang peserta didik tidak selalu menjadi tolok ukur utama yang mampu menunjukkan keberhasilan seorang peserta didik dalam bidang akademis. Faktor lain yang sangat memengaruhi keberhasilan peserta didik adalah faktor karakter. Karakter tersebut dapat tercermin dalam rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.
Hal ini sesuai dengan pendapat Daniel Goleman dalam Williams, Russel T. dan Ratna Megawangi (2010: 1) tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter atau mempunyai kecerdasan emosi tinggi akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, minuman keras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.
Salah satu budaya yang memiliki kearifan lokal yang dapat digunakan untuk membentuk karakter peserta didik adalah tembang macapat yang berasal dari masyarakat Jawa. Penggalian dari nilai-nilai yang terdapat dalam tembang macapat tentu saja untuk ditujukan kepada peserta didik yang berdomisili dan menikmati pendidikan di daerah Jawa. Hal tersebut karena pada prinsipnya pendidikan karakter tetap harus memerhatikan konteks dan lingkungan peserta didik. Jadi, tidak ada pemaksaan bahwa satu nilai ini dapat digunakan di seluruh daerah di Indonesia.
Pembacaan tembang-tembang macapat disebut dengan kegiatan macapatan. Macapatan merupakan kegiatan seni tradisi yang cukup popular, terutama di kalangan masyarakat Jawa. Selain tidak membutuhkan sarana dan prasarana yang kompleks, macapatan juga bisa menjadi ajang hiburan dan silaturahmi di kalangan masyarakat. Teks yang dikembangkan dalam tembang macapat merupakan teks pilihan yang mengandung nilai-nilai budi pekerti dan kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini. Jika makna yang terkandung dalam syair tersebut dikaji dan dipahami secara mendalam, apalagi disampaikan melalui lembaga pendidikan dengan cara yang tepat akan dapat menjadi tambahan ilmu dan membentuk kepribadian peserta didik untuk menjalani proses kehidupan selanjutnya. Lebih lanjut, lulusan pendidikan Indonesia akan dapat menjawab tantangan zaman untuk bersaing dalam kancah internasional.

Pembahasan
Karakter seorang individu terbentuk sejak dia kecil karena pengaruh genetik dan lingkungan sekitar. Proses pembentukan karakter, baik disadari maupun tidak, akan mempengaruhi cara individu tersebut memandang diri dan lingkungannya dan akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari. “Character determines someone’s private thoughts and someone’s actions done. Good character is the inward motivation to do what is right, according to the highest standard of behaviour, in every situation” (Hill, 2002).
Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja bersama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara dan membantu mereka untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karakter yang menjadi acuan seperti yang terdapat dalam The Six Pillars of Character yang dikeluarkan oleh Character Counts! Coalition (a project of The Joseph Institute of Ethics) dalam Wanda Krisiana (2005: 84). Enam jenis karakter yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1. Trustworthiness, bentuk karakter yang membuat seseorang menjadi berintegritas, jujur, dan loyal.
2. Fairness, bentuk karakter yang membuat seseorang memiliki pemikiran terbuka serta tidak suka memanfaatkan orang lain.
3. Caring, bentuk karakter yang membuat seseorang memiliki sikap peduli dan perhatian terhadap orang lain maupun kondisi sosial lingkungan sekitar.
4. Respect, bentuk karakter yang membuat seseorang selalu menghargai dan menghormati orang lain.
5. Citizenship, bentuk karakter yang membuat seseorang sadar hukum dan peraturan serta peduli terhadap lingkungan alam.
6. Responsibility, bentuk karakter yang membuat seseorang bertanggung jawab, disiplin, dan selalu melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin.
Sampai saat ini, pelaksanaan pendidikan karakter ini masih banyak dilakukan pada taraf jenjang pendidikan prasekolah (taman bermain dan taman kanak-kanak). Sementara pada jenjang sekolah dasar dan seterusnya masih sangat-sangat jarang sekali. Kurikulum pendidikan di Indonesia masih belum menyentuh aspek karakter ini. Meskipun terdapat mata pelajaran pancasila, kewarganegaraan, dan sejenisnya, tetapi mata pelajaran tersebut masih diberikan sebatas teori dan tidak dalam tataran aplikatif. Padahal jika Indonesia ingin memperbaiki mutu SDM dan segera bangkit dari ketinggalannya, maka Indonesia harus merombak sistem pendidikan yang dimiliki saat ini.
Pendidikan karakter di sekolah sangat diperlukan, walaupun dasar dari pendidikan karakter adalah di dalam keluarga. Kalau seorang anak mendapatkan pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, anak tersebut akan berkarakter baik selanjutnya. Namun banyak orang tua yang lebih mementingkan aspek kecerdasan otak ketimbang pendidikan karakter. Selain itu Daniel Goleman dalam Williams, Russel T. dan Ratna Megawangi (2010: 1) juga mengatakan bahwa banyak orang tua yang gagal dalam mendidik karakter anak-anaknya entah karena kesibukan atau karena lebih mementingkan aspek kognitif anak. Namun ini semua dapat dikoreksi dengan memberikan pendidikan karakter di sekolah. Namun masalah lain muncul karena kebijakan pendidikan di Indonesia juga lebih mementingkan aspek kecerdasan otak dan hanya baru-baru ini saja pentingnya pendidikan budi pekerti menjadi bahan pembicaraan yang ramai diperbincangkan.
Pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah dan lembaga pendidikan yang lain dapat dilakukan dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal. Hal tersebut dilakukan karena dalam jangka panjang, pendidikan karakter yang dilakukan diharapkan dapat memberi dampak yang positif pula dalam perkembangan bangsa Indonesia selanjutnya. Peserta didik yang memiliki karakter akan menjadi lulusan atau output pendidikan yang berdaya saing, baik dalam skala nasional maupun internasional. Adanya globalisasi dengan segala macam arus ide yang membanjiri dan memasuki setiap bidang kehidupan tentu membutuhkan tameng yang tepat. Pendidikan karakter dengan penggalian nilai-nilai kearidan lokal ini dapat menjadi langkah bijaksana agar bangsa Indonesia tetap tidak kehilangan karakter bangsa dengan keanekaragamannya.
Bertolak dengan peningkatan mutu pendidikan tersebut sekaligus untuk memunculkan generasi yang berkarakter, nguri-nguri tradisi bangsa sendiri merupakan satu langkah yang dapat diambil dalam pendidikan kita. Tradisi-tradisi yang merupakan warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia menawarkan kearifan yang lebih cocok bagi kepribadian bangsa ini. Salah satu budaya yang masih terekam dan dinilai relevan adalah tembang macapat. Tembang macapat memiliki kekuatan dan kekhasan untuk memberi nasehat pada setiap manusia. Pada zaman Susuhunan Paku Buwono X dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, seni tembang menjadi salah satu media menyampaikan ajaran keutamaan.
Tembang merupakan kata dalam bahasa Jawa ragam ngoko, sedangkan dalam ragam krama disebut sekar. Tembang atau sekar adalah untaian kata-kata terikat oleh peraturan-peraturan tertentu yang bertalian dengan lagu. Tembang macapat biasa disebut juga dengan nama tembang cilik. Padmosoekatjo (1953: 13) mengemukakan bahwa tembang macapat mempunyai konvensi atau aturan yang terdiri dari guru gatra, guru wilangan dan guru lagu. guru gatra adalah ketentuan jumlah gatra (baris) tembang pada tiap padha (bait). Guru wilangan yaitu aturan jumlah suku kata tertentu pada tiap gatra untuk nama tembang macapat masing-masing. Sedangkan guru lagu adalah konvensi jatuhnya suara pada tiap-tiap akhir gatra, baik terbuka maupun tertutup.
Menurut Padmosoekatjo (1953: 12) tembang macapat atau tembang cilik terdiri atas Kinanthi, Pucung, Asmaradana, Mijil, Maskumambang, Pangkur, Sinom, Dhandhanggula, dan Durma. Masing-masing tembang memiliki konvensi yang berbeda terkait dengan tiga konvensi di atas. Adapun konvensi tersebut adalah sebagai berikut.
1. Kinanthi : 8u, 8i,8a, 8i, 8a, 8i.
2. Pucung : 12u, 6a, 8i, 12 a.
3. Asmaradana : 8i, 8a, 8e (o), 8a, 7a, 8u, 8a.
4. Mijil : 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u.
5. Maskumambang : 12i. 6a, 8i, 8a.
6. Pangkur : 8a, 11i, 8u, 7a, 12u, 8a, 8i.
7. Sinom : 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8i, 7a, 8i, 12a.
8. Dhandhanggula : 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a.
9. Durma : 12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i.
Selain tembang-tembang tersebut, terdapat pula pendapat lain yang memasukkan tembang megatruh dan gambuh dalam tembang macapat. Konvensi untuk masing-masing tembang megatruh dan gambuh adalah 12u, 8i, 8u, 8i, 8o dan 7u, 10 u, 12i, 8u, 8o.
Masing-masing tembang macapat tersebut juga memiliki watak yang berbeda-beda. Biasanya, watak inilah yang memengaruhi suatu tembang digunakan dalam acara tertentu tetapi tidak digunakan dalam acara lainnya. Padmosoekatjo (1953: 13) mengemukakan watak masing-masing tembang macapat sebagai berikut.
1. Kinanthi memiliki watak gembira, senang, cinta kasih. Tembang ini biasanya digunakan untuk menyampaikan piwulang, cerita cinta.
2. Pucung berwatak kendho, gregeten, ‘menggemaskan’. Tembang ini biasanya digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang lucu dan sesuka hati.
3. Asmaradana mempunyai watak sedih karena cinta, biasanya digunakan dalam cerita cinta.
4. Mijil berwatak himbauan, cocok digunakan untuk menyampaikan nasehat.
5. Maskumambang berwatak nelangsa ‘memilukan’. Tembang ini melukiskan perasaan sedih dan memilukan.
6. Pangkur berwatak sereng, ‘keras’. Tembang ini digunakan untuk menceritakan sesuatu yang keras, cinta yang menyala-nyala.
7. Sinom berwatak grapyak, renyah, ‘lincah’. Cocok untuk pendidikan atau pengajaran.
8. Dhandhanggula berwatak luwes ‘menyenangkan’. Tembang ini cocok untuk menyampaikan suasana apapun.
9. Durma berwatak keras, marah. Tembang ini biasanya digunakan untuk menyampaikan suasana marah dan cerita perang.
10. Megatruh berwatak sedih, prihatin, “getun”, menyesal. Cocok untuk cerita yang mengandung rasa penyesalan, prihati, sedih.
11. Gambuh berwatak “sumanak, sumadulur”, kekeluargaan. Cocok untuk pengungkapan hal-hal yang bersifat keluargaan, nasihat, kependidikan yang mengandung kesungguhan hati.
Berdasarkan urutannya, tembang macapat juga memiliki nilai-nilai filsafat yang menjelaskan tentang urutan-urutan hidup. Nilai yang terkandung di dalam masing-masing tembang macapat tersebut adalah sebagai berikut.
1. Maskumambang
Adalah gambaran saat manusia masih berada dalam dunia ruh dan ditanamkan dalam rahim seorang ibu.
2. Mijil
Merupakan ilustrasi dari proses kelahiran manusia, mijil/mbrojol/mencolot dan lahirlah seorang bayi manusia. Kita patut bersyukur karena dilahirkan di bumi pertiwi yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja lir saka sambikala.
3. Sinom
Adalah lukisan dari masa muda, masa yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan.
4. Kinanthi
Adalah masa pembentukan jatidiri dan meniti jalan menuju cita-cita. Kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun yang bermakna bahwa kita membutuhkan tuntunan atau jalan yang benar agar cita-cita kita bisa terwujud.
5. Asmarandana
Menggambarkan masa-masa dirundung asmara, dimabuk cinta, ditenggelamkan dalam lautan kasih. Asmara artinya cinta, dan Cinta adalah ketulusan hati.
6. Gambuh
Arti kata gambuh adalah jumbuh/bersatu yang artinya komitmen untuk menyatukan cinta dalam satu biduk rumah tangga.
7. Dhandhanggula
Adalah gambaran dari kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial, kesejahteraan telah tercapai, cukup sandang, papan dan pangan (serta tentunya terbebas dari hutang piutang).
8. Durma
Durma berasal dari kata darma/sedekah berbagi kepada sesama. Dengan berderma kita tingkatkan empati sosial kita kepada saudara-saudara kita yang kekurangan, mengulurkan tangan berbagi kebahagiaan, dan meningkatkan kepekaan jiwa dan kepedulian kita terhadap kondisi-kondisi masyarakat disekitar kita.
9. Pangkur
Pangkur atau mungkur artinya menyingkirkan hawa nafsu angkara murka, nafsu negatif yang menggerogoti jiwa kita.
10. Megatruh
Megatruh atau megat roh berarti terpisahnya nyawa dari jasad kita menuju keabadian (entah itu keabadian yang Indah di surga, atau keabadian yang celaka yaitu di neraka).
11. Pucung
Artinya dibungkus kain mori putih/kafan berbentuk pocong dan diusung menuju liang lahat kita.
Bertolak dari pernyataan tentang nili-nilai dan falsafah kehidupan yang terdapat dalam masing-masing tembang di atas, lembaga pendidikan/sekolah dapat menggunakan tembang-tembang tersebut sebagai sarana penanaman karakter peserta didik. Contoh yang lain dalam tembang macapat adalah adanya Serat Tripama yang berarti Tiga Teladan. Serat ini merupakan Karya Pangeran Mangkunegara IV yang berisi tentang tembang Dhandhanggula yang mengisahkan tiga tokoh pewayangan, yaitu Raden Sumantri/Patih Suwondo, Kumbakarna, dan Adipati Karna.
Bambang Sumantri yang kemudian bergelar Patih Suwanda di negeri Maespati adalah satria yang mashur keberaniannya dan mampu menyelesaikan tugas berat dengan penuh tanggung jawab. Kumbakarna adalah raksasa berwatak satria tidak mau membela kakandanya Dasamuka, raja Ngalengka (Alengka) yang angkara murka. Kumbakarna memenuhi ‘tekad satria’ mengorbankan jiwanya untuk membela tanah airnya yang diserang musuh. Sedangkan Suryaputera atau Adipati Karna adalah raja Ngawangga (Angga) yang memegang teguh janjinya sebagai ‘sumpah satria’ untuk membalas budi Prabu Kurupati, raja Astina dengan berkorban jiwa melawan Arjuna, adindanya tunggal ibu dalam perang Mahabaratha.
Kutipan lengkap naskah asli Serat Tripama tersebut beserta terjemahan bahasa Indonesianya (dikutip dari buku “Tiga Suri Tauladan” oleh Kamajaya) adalah sebagai berikut.
Dhandhanggula

1.
Yogyanira kang para prajurit,
Lamun bisa samya anulada,
Kadya nguni caritane,
Andelira sang Prabu,
Sasrabau ing Maespati,
Aran Patih Suwanda,
Lalabuhanipun,
Kang ginelung tri prakara,
Guna kaya purunne kang denantepi,
Nuhoni trah utama,
1.
Seyogianya para prajurit,
Bila dapat semuanya meniru,
Seperti masa dahulu,
(tentang) andalan sang Prabu,
Sasrabau di Maespati,
Bernama Patih Suwanda,
Jasa-jasanya,
Yang dipadukan dalam tiga hal,
(yakni) pandai mampu dan berani (itulah) yang ditekuninya,
Menepati sifat keturunan (orang) utama.

2.
Lire lalabuhan tri prakawis,
Guna bisa saniskareng karya,
Binudi dadi unggule,
Kaya sayektinipun,
Duk bantu prang Manggada nagri,
Amboyong putri dhomas,
Katur ratunipun,
Purunne sampun tetela,
Aprang tandhing lan ditya Ngalengka aji,
Suwanda mati ngrana.
2.
Arti jasa bakti yang tiga macam itu,
Pandai mampu di dalam segala pekerjaan,
Diusahakan memenangkannya,
Seperti kenyataannya,
Waktu membantu perang negeri Manggada,
Memboyong delapan ratus orang puteri,
Dipersembahkan kepada rajanya,
(tentang) keberaniannya sudahlah jelas,
Perang tanding melawan raja raksasa Ngalengka,
(Patih) Suwanda dalam perang.

3.
Wonten malih tuladan prayogi,
Satriya gung nagari Ngalengka,
Sang Kumbakarna namane,
Tur iku warna diyu,
Suprandene nggayuh utami,
Duk awit prang Ngalengka,
Dennya darbe atur,
Mring raka amrih raharja,
Dasamuka tan keguh ing atur yekti,
De mung mungsuh wanara.
3.
Ada lagi teladan baik,
Satria agung negeri Ngalengka,
Sang Kumbakarna namanya,
Padahal (ia) bersifat raksasa,
meskipun demikian (ia) berusaha meraih keutamaan,
sejak perang Ngalengka (melawan Sri Ramawijaya),
ia mengajukan pendapat,
kepada kakandanya agar selamat,
(tetapi) Dasamuka tak tergoyahkan oleh pendapat baik,
Karena hanya melawan (barisan) kera.

4.
Kumbakarna kinen mangsah jurit,
Mring kang rak sira tan lenggana,
Nglungguhi kasatriyane,
Ing tekad datan purun,
Amung cipta labih nagari,
Lan nolih yayahrena,
Myang luluhuripun,
Wus mukti aneng Ngalengka,
Mangke arsa rinusak ing bala kali,
Punagi mati ngrana.
4.
Kumbakaran diperintah maju perang,
Oleh kakandanya ia tidak menolak,
Menepati (hakekat) kesatriaannya,
(sebenarnya) dalam tekadnya (ia) tak mau,
(kesuali) melulu membela negara,
Dan mengangkat ayah-bundanya,
Telah hidup nikmat di negeri Ngalengka,
(yang) sekarang akan dirusak oleh barisan kera,
(kumbakarna) bersumpah mati dalam perang.

5.
Yogya malih kinarya palupi,
Suryaputra Narpati Ngawangga,
Lan Pandhawa tur kadange,
Len yayah tunggil ibu,
Suwita mring Sri Kurupati,
Aneng nagri Ngastina,
Kinarya gul-agul,
Manggala golonganing prang,
Bratayuda ingadegken senapati,
Ngalaga ing Korawa.
5.
Baik pula untuk teladan,
Suryaputera raja Ngawangga,
Dengan Pandawa (ia) adalah saudaranya,
Berlainan ayah tunggal ibu,
(ia) mengabdi kepada Sri Kurupati,
Dijadikan andalan,
Panglima di dalam perang Bratayuda,
(ia) diangkat menjadi senapati,
Perang di pihak Korawa.

6.
Minungsuhken kadange pribadi,
Aprang tandhing lan sang Dananjaya,
Sri Karna suka manahe,
Dene sira pikantuk,
Marga dennya arsa males-sih,
Ira sang Duryudana,
Marmanta kalangkung,
Dennya ngetog kasudiran,
Aprang rame Karna mati jinemparing,
Sumbaga wirotama.
6.
Dihadapkan dengan saudaranya sendiri,
Perang tanding melawan Dananjaya,
Sri Karna suka hatinya,
Karena (dengan demikian) ia memperoleh jalan untuk membalas cinta kasih,
Sang Duryudana,
Maka ia dengan sangat,
Mencurahkan segala keberaniannya,
(dalam) perang ramai Karna mati dipanah (musuhnya),
(akhirnya ia) mashur sebagai perwira utama.

7.
Katri mangka sudarsaneng Jawi,
Pantes lamun sagung pra prawira,
Amirita sakadare,
Ing lalabuhanipun,
Aja kongsi mbuwang palupi,
Manawa tibeng nistha,
Ina esthinipun,
Sanadyan tekading buta,
Tan prabeda budi panduming dumadi,
Marsudi ing kotaman.
7.
Ketiga (pahlawan tersebut) sebagai teladan orang Jawa,
Sepantasnyalah semua para perwira,
Mengambilnya sebagai teladan seperlunya,
(yakni) mengenai jasa-bakti-nya,
Janganlah sampai membuang teladan,
Kalau-kalau jatuh hina,
Rendah cita-citanya,
Meskipun tekad raksasa,
Tidaklah berbeda usaha menurut takdirnya (sebagai) makhluk,
Berusaha meraih keutamaan.

Setelah mengetahui dan memahami makna tembang macapat tersebut, akan dapat terlihat bahwa tembang-tembang macapat memiliki nilai-nilai kehidupan yang mulia. Hal tersebut akan bernilai positif pula jika pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia menanmkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik. Pendidikan yang baik dengan penanaman karakter dan pemberian teladan yang baik akan membuat peserta didik keluaran lembaga pendidikan menjadi lebih bermoral dan memiliki budi pekerti luhur.
Jika penyampaian pendidikan karakter ini dilakukan dengan baik, maka hal tersebut akan dapat mengurangi jumlah tawuran yang dilakukan oleh peserta didik. Tawuran terjadi karena kecerdasan intelektual yang mungkin dimiliki siswa tidak diimbangi dengan kecerdasan emosi. Di sinilah, pendidikan karakter memiliki peran penting. Pendidikan yang dilakukan dengan pembentukan karakter yang pas dilakukan oleh guru sebagai pendidik akan membuat siswa tidak hanya memiliki prestasi yang membanggakan, tetapi juga memiliki sikap (attitude) yang membentuk siswa sebagai manusia seutuhnya.
Beberapa hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan karakter adalah sebagai berikut.
1. Menaruh persepsi positif pada diri anak sehingga tumbuh rasa percaya diri.
2. Mengembangkan kultur kerja sama dengan menghidupkan organisasi siswa.
3. Memperluas pesan-pesan positif pada kalangan terpelajar melalui tata ruang pembelajaran.
4. Mengembangkan pembelajaran yang menaruh lebih banyak sugesti dan harapan.
Sedangkan peran yang dapat dilakukan oleh guru sebagai pendidik adalah sebagai berikut.
1. Memotivasi siswa untuk memahami belajar itu proses menuju kematangan.
2. Memberi harapan dan sugesti positif pada kalangan terpelajar.
3. Mendorong peserta didik untuk beraktivitas melalui pengembangan organisasi.
4. Menghidupkan karya-karya produktif yang memberikan rasa percaya diri pada anak.
5. Mendorong pembelajaran yang inspiratif dengan menggunakan figur-figur utama untuk dijadikan bahan inspirasi.

Penutup
Demikianlah nilai-nilai dan falsafah kehidupan yang terkandung dalam setiap tembang macapat. Falsafah kehidupan tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang adiluhung dan patut untuk diberikan kepada peserta didik agar mereka mampu meneladani sehingga memiliki karakter yang menunjukkan jati diri bangsa saat bersaing dalam kancah internasional.
Pendidikan karakter penting bagi pertumbuhan individu menjadi manusia yang seutuhnya dan sebaiknya dilakukan sejak dini. Belum membudayanya pendidikan karakter di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pengembangannya. Untuk ke depannya, perancangan pendidikan karakter harus terus dilakukan dengan komitmen yang tinggi dan dilakukan usaha perbaikan terus menerus. Dalam hal ini, penggunaan tembang macapat sebagai salah satu bahan ajar alternatif pendidikan karakter dapat dihidupkan karena dapat menggali nilai-nilai kearifan lokal budaya Jawa yang merupakan salah satu budaya terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.

Daftar Pustaka
Budi Adi Soewirjo. 2009. “Serat Tripama-Tiga Suri Tauladan oleh Kamajaya”. http://wayangpustaka.wordpress.com/2009/12/13/serat-tripama-tiga-suri-teladan-oleh-kamajaya/diunduh pada 4/5/2011.

Demang Hardjakusumah. 2011. “Pendidikan Karakter Cegah Radikalisme dan Anarkisme.” http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode= 20110503063133&idkolom=cimahi diunduh pada 3/5/2011.

Padmasoekatjo, S. 1953. Ngengsrengan Kasustran Jawi. Yogyakarta: Hien Ho Sing.

Wanda Krisiani. 2005. Upaya Penerapan Karakter bagi Mahasiswa (Studi Kasus di Jurusan Teknik Uk Petra). Jurnal Teknik Industri, Vol. 7, No. 1, Juni 2005. Jakarta: Uk Petra.

Williams, Russel T. dan Ratna Megawangi. 2010. “Dampak Pendidikan Karakter terhadap Akademi Anak.” http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/dampak-pendidikan-karakter-terhadap-akademi-anak/ diunduh pada 3/5/2011.

sumber : http://assyita.blogspot.com/2011/05/pendidikan-karakter-melalui-penggalian.html

Thursday, April 7, 2011

Suku–suku di dunia yang memiliki sihir paling kuat

0 komentar
1. GYPSY

http://hermawayne.blogspot.com

Kaum Gypsy adalah pengembara, ras misterius, tersebar di seluruh Eropa dan bagian Asia, Afrika, dan Amerika. Sebenarnya suku Gypsy adalah orang yang tidak mempunyai rumah permanen, atau disebut nomaden. Tetapi jika kita mempermalukan mereka, maka mereka pun tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata berbau kematian kepada kita.

Sihir:
Mungkin Lamia merupakan sihir paling buruk yang digunakan orang Gypsy. Biasanya sihir ini digunakan untuk hukuman. Cara kerjanya adalah dengan mengambil sesuatu milik kita, entah kancing, pena, dll, dan mengucapkan mantra kepada benda tersebut. Lamia va lua sufletele lor, ?i le pun în locul s?u în cazul în care sufletele nu va fi din nou reîncarnare (Lamia mengambil jiwanya setelah beberapa hari, dan membawanya ke siksaan tak berujung). Satu hal yang perlu diingat, jangan tertipu oleh dandanan mereka.

2. INDIAN
http://hermawayne.blogspot.com
Suku Indian adalah suku, bangsa, atau kelompok atau komunitas masyarakat adat di Amerika.

Sihir:
Sihir terjahat masyarakat pedalaman Amerika ini adalah Na Munda. Ini berbeda dengan voodoo yang ada di Haiti. Biasanya suku Indian melakukan sihir ini dengan memanggil arwah menggunakan media badan mereka dengan nyanyian atau mantra dan tarian-tarian khusus. Sihir ini akan menyebabkan kematian tanpa bekas. Belakangan ini sihir ini juga digunakan untuk menyembuhkan dan peramalan.

3. BULGARIAN MYSTERY
http://hermawayne.blogspot.com
Bulgarian Mystery merupakan kumpulan orang dari Bulgaria yang memiliki sihir tingkat tinggi jarak jauh. Sihir ini digunakan untuk perebutan wilayah pada zaman pembagian daerah di Eropa Timur.

Sihir:
Sihir paling mengerikan masyarakat Bulgaria adalah nyanyian. Malka Moma yang dinyanyikan dengan nada tinggi merupakan sihir yang unik dan berbeda dari suku lainnya. Tetapi, sekarang sihir ini sudah tidak ada lagi. Sekarang sudah dijadikan budaya masyarakat Bulgaria dalam menyanyi.

4. KIYUKU

http://hermawayne.blogspot.com

Kiyuku adalah nama dari sebuah suku di Afrika, merupakan pecahan dari Murci dan Dassanech. Kiyuku mencari tempat dengan cara berpindah-pindah dari kawasan Africa sampai ke Ethiopia.

Sihir:
Sihir yang dimiliki adalah Kiyuku Dancer atau tarian Kiyuku. Masyarakat setempat sendiri belum mengetahiu dengan jelas apa yang dimaksud dengan tarian tersebut. Ada yang bilang menurunkan hujan, Santet, bahkan ada beberapa yang mengatakan orang-orang ini dapat mengubah gurun menjadi salju

5. MAYA

http://hermawayne.blogspot.com

Maya merupakan kumpulan orang-orang luar biasa yang berada di pedalaman hutan Mexico dan Guatemala. Merupakan suku yang paling modern pada zaman tersebut karena sudah dapat menghitung kalender bintang, dan merupakan ahli matematika.

Sihir:
Jangan berpikir bahwa Maya hanya suku yang mempunyai kemampuan berhitung saja, Toltec adalah nama, atau julukan kepada tertua Maya, atau bisa disebut orang bijak. Mereka memiliki kemampuan dapat memanggil hujan, kekuatan dalam perang, dan memunculkan matahari dengan melakukan sesembahan berupa jantung manusia yang berasal dari suku mereka atau musuh. Suku inilah yang memerangi bangsa Indian.

6. MAASAI

http://hermawayne.blogspot.com

Maasai merupakan suku yang berasal dari Kenya. Arrogant, Fearless, dan Free, merupakan julukan yang cocok bagi mereka. Selama 100 tahun, Maasai tidak mengambil atau terpaku kepada aturan, damai dalam berperang, Uang untuk hidup, dsb.

Sihir:
Sihir mereka cenderung berdoa, mereka memiliki dewa yang bernama Enkai. Tidak heran kenapa suku Maasai dinamakan “Warriors”. Konon dengan bantuan dari Enkai, mereka dapat berlari secepat singa dan juga menjadi kebal.

sumber : http://terselubung.blogspot.com/

Monday, March 7, 2011

Omed-omedan, Tradisi Berciuman Khas Bali

0 komentar
Denpasar: Pria dan wanita berciuman di depan umum dinilai tak sesuai adat timur. Namun di Bali saling berciuman justru menjadi tradisi menyambut Tahun Baru Saka 1933 sekaligus perayaan pasca-Nyepi. Tradisi warisan leluhur bernama omed-omedan ini ditujukan untuk mempererat tali silaturami antarwarga desa sekaligus menolak bala.

Tradisi warisan leluhur ini memang unik, sepasang pemuda dan pemudi tak ragu saling berciuman di depan umum. Yang boleh ikut tradisi ini hanya yang usianya sudah berusia di atas 17 tahun. Omed-omedan dibagi jadi dua kelompok, warga berusia 17 hingga 30 tahun dan warga dewasa yang belum menikah. Tak hanya berciuman atau berpelukan, mereka juga dihadiahi siraman air untuk menambah keriuhan suasana.

Menurut sesepuh Desa Sesetan, Banjar Kala, tradisi ini tak hanya sekadar mengundang kegembiraan, tapi juga dipercaya bisa menghindarkan desa dari wabah penyakit dan bencana. Sering terjadi di penghujung acara, terdapat beberapa orang yang kesurupan usai disiram air suci percikan pemangku desa.

sumber : Liputan6.com

Tuesday, December 21, 2010

7 Pesona Siem Reap

0 komentar
Siem Reap, kota bekas markas tentara dari negara yang dikuasai penguasa haus darah Khmer Merah, kini berkembang secara mengagumkan menjadi tujuan wisata internasional. Bahkan Siem Reap mendapatkan status sebagai Situs Warisan Dunia dari UNESCO dan salah satu dari Tujuh Keajaiban Baru Dunia. Padahal baru 20 tahun lalu daerah ini terlarang bagi wisatawan, penduduk lokalnya diteror dan dikuasai oleh ketakutan akan salah satu rezim paling kejam di dunia.

Saat ini, dengan reruntuhan kuno di wilayah Angkor Wat, Siem Reap menjadi kota yang hidup dan pada 2007 menerima kurang lebih satu juta pengunjung melalui bandara internasionalnya. Walau Angkor Wat merupakan pusat atraksi, namun bukan berarti kota Siem Reap tidak mendapat perhatian, dengan memiliki fasilitas restoran, museum dan galeri terbaik di wilayah tersebut.

Photo credits - tylerdurden1

Angkor Wat yang Mengagumkan

Angkor Wat adalah candi terbesar, paling terpelihara baik, memiliki desain paling rumit dan paling mengagumkan di Indochina, sebuah permata di mahkota kerajaan Angkor yang luas. Candi itu merupakan sumber kebanggaan nasional dan diakui secara internasional, diselubungi relief Hindu mengenai epik Ramayana. Seperti kebanyakan candi Hindu di Asia, Angkor Wat terlihat lebih indah pada saat fajar atau menjelang matahari tenggelam, ketika langit dipenuhi warna yang menonjolkan kelima menaranya.

Photo credits - taiger808

Angka Sembilan

Untuk mengenal Asia pertama-tama Anda harus memahami kepercayaan di benua tersebut, dan ini terlihat jelas di lingkungan Angkor Thom, sebuah candi yang terpaku dengan angka sembilan. Pengucapan "sembilan" serupa dengan kata "pembangunan", dan hampir semua yang ada di candi dapat disamakan ke angka ini - 54 menara yang diukir, 216 wajah di menara, 54 dewa di sebelah kiri pintu masuk, dan 54 setan di sebelah kanannya - semua angka-angka tersebut dapat ditambahkan hingga menjadi angka 9.


Photo credits - cornstaruk

Candi-candi Lain

Candi Angkor lain yang juga terkenal adalah Ta Prohm, dikelilingi oleh akar dari pohon berusia ratusan tahun. Akar pohon itu membuat Ta Prohm jadi objek foto menarik yang sukses meraih wisatawan. Bayon dikenal juga sebagai "Candi Wajah", dan ketika Anda di sana, mudah untuk mengerti mengapa nama tersebut disandang. Begitu Anda menaiki tangga batu menuju tempat suci di bagian dalam candi, ketika memandang ke atas akan tampak ratusan ukiran wajah dari batu melihat pada anda. Ada juga Banteay Srei, sebuah candi yang dipenuhi ukiran menakjubkan memenuhi setiap inci batu yang ada di sana. Bahkan dengan teknologi yang ada sekarang, hampir mustahil membuat pola-pola setepat dan serumit itu pada patung batu.

Photo credits - jimdavidson

Revitalisasi Sungai

Sekitar 50 km timur laut Siem Reap, terdapat Sungai Seribu Lingga mengalir menuju sungai Siem Reap yang di dasarnya dipenuhi dengan ukiran Lingga - simbol phallus yang sangat umum di Kamboja. Perkiraannya, ukiran-ukiran itu dibuat antara 1100-1300 untuk melambangkan kesuburan. Kini sungai itu menjadi tempat sempurna untuk menikmati keindahan tropis Siem Reap.

Photo credits - Allie_Caulfield

Tonle Sap

Siem Reap tidak hanya memiliki satu situs terkenal di dunia arkeologi, tapi juga punya salah satu danau terbesar dan paling berwarna di Asia Tenggara. UNESCO telah menetapkan Tonle Sap sebagai cagar alam biosfer, cagar alam margasatwa air yang menjadi habitat beberapa burung langka dan menjadi satu-satunya sungai di dunia yang arus airnya berubah dua kali dalam setahun.


Photo credits - Mai...

Seni Kontemporer

Seni rupa di Siem Reap sedang dalam perkembangan, Anda dapat menemukan apa saja dari suvenir murah sampai karya seni mahal. Beberapa tempat yang patut diperhatikan para pecinta seni antara lain: The McDermott Gallery, tempat fotografi kelas dunia akan
Angkor dan wilayah di sekitarnya dipamerkan; The Red Gallery, yang memiliki koleksi seni kontemporer paling beragam dari Kamboja; dan The Asia Craft Center, tempat berbagai macam kerajinan tradisional Kamboja dan Asia Tenggara berada.

Photo credits - Travel Aficionado

Arsitektur Kolonial

Siem Reap juga memiliki bangunan-bangunan era kolonial peninggalan Prancis yang kini dialihfungsikan dengan baik. Terletak di persimpangan dan bundaran tenang, bangunan-bangunan itu menjadi hotel, restoran dan galeri terbaik di Siem Reap, seperti Raffles
Grand Hotel D'Angkor, hotel termewah di kota itu yang didirikan pada 1932. Hotel itu pernah disinggahi oleh berbagai tamu VIP, termasuk Raja Norodom Sihanouk, Charlie Chaplin, Sultan Johor dan bahkan Jacqueline Kennedy.

sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/28-7-pesona-siem-reap

Candi Magis Siem Reap

0 komentar
Kompleks candi yang mengelilingi kota kecil Siem Reap kini tak lagi tersembunyi. Sekarang, semua orang punya kenalan yang sudah pernah menaiki menara-menara Angkor Wat. Secara de facto, Angkor Wat menjadi kuil utama Kamboja. Menara-menaranya terlihat di tengah bendera Kamboja dan pada label bir nasional, Angkor Beer.

Tapi ada ratusan candi di Siem Reap, baik yang sudah rusak atau yang masih terawat. Kecuali Anda berkunjung selama beberapa minggu, tidak mungkin Anda dapat melihat semua candi-candi itu. Berikut adalah tiga candi terfavorit yang saya sarankan untuk Anda kunjungi. Saya tidak memasukkan Angkor Wat untuk dua alasan: 1) Itu bukan favorit saya dan 2) Itu sebuah kompleks candi besar dengan sejarah yang kompleks dan signifikan, sehingga Anda tidak mungkin melewatkannya.

Photo credits - dalbera

Bayon

Bayon dikenal sebagai Candi Muka (Temple of Faces). Ketika Anda mengunjunginya, akan sangat mudah mengetahui alasan di balik nama itu -- saat mendaki tangga batu curam menuju bagian suci candi, ratusan wajah akan melihat ke arah Anda. Meskipun mereka terlihat tersenyum, saya merasa ada sedikit hawa berbahaya, seolah sedang menunggu para pembuat patung-patung batu itu untuk berjalan kembali dari hutan. Walaupun banyak candi yang hancur, masih mudah untuk membayangkan pemandangan luar biasa saat kompleks itu pertama dibangun -- benar-benar rumah bumi yang pantas bagi para dewa.

Photo credits - Chi King

Ta Prohm

Jika anda pernah menonton Tomb Raider, beberapa adegan film itu mengambil tempat di kuil Ta Prohm, tidak perlu efek khusus untuk memberikan kesan seram dan sureal. Kompleks candi itu berada dalam kondisi yang nyaris ambruk. Selama berabad-abad pohon berakar pada dinding candi. Para pelestari candi membiarkan pohon-pohon itu karena, saking dalamnya berakar, pohon memperkuat konstruksi kuil. Jika dihilangkan, maka kuil yang masih tersisa akan ambrol.

Ta Prohm memiliki efek magis mirip dengan Bayon, rasanya seperti siapapun yang membangun kuil atau tinggal di sana sedang keluar sebentar untuk berjalan-jalan, dan untuk mengeskplorasi ruang-ruang kuil yang tersembunyi adalah pelanggaran. Temukan sebuah sudut yang tenang, bersantailah dan rasakan mistisnya Ta Prohm.



Banteay Srei

Selama sepuluh menit pertama di Banteay Srei, Anda akan terus menatap takjub ukiran rumit pada setiap inci batu, bertanya-tanya apakah sebenarnya itu terbuat dari kayu. Bahkan dengan teknologi saat ini, hampir tak dapat dipercaya bahwa pola-pola rumit dan detil pada patung bisa dibuat di batu. Candi ini, tidak seperti yang lain, terbuat dari sandstone merah sehingga lebih mudah dipahat dan memberikan rona emas kemerahan pada kompleks.

Sebagian besar pintu masuk dan menara candi masih dalam kondisi terawat dan utuh (hati-hati kepala Anda karena pintu cukup pendek!), tetapi beberapa patung di sisi tangga sebenarnya adalah replika. Patung aslinya dicuri atau sudah disimpan di museum. Jika ada sebuah kontes seni, Banteay Srei akan menang mudah karena orisinalitas dan perhatiannya pada detail.

sumber : http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/2-candi-magis-siem-reap?cid=today

Candi Borobudur

0 komentar

Sejarah Candi Borobudur

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
Candi BorobudurKata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur

Arsitektur Candi BorobudurCandi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.
Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Perayaan Waisak di Borobudur

Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.
Pada malam Waisak, khususnya saat detik-detik puncak bulan purnama, penganut Buddha berkumpul mengelilingi Borobudur. Pada saat itu, Borobudur dipercayai sebagai tempat berkumpulnya kekuatan supranatural. Menurut kepercayaan, pada saat Waisak, Buddha akan muncul secara kelihatan pada puncak gunung di bagian selatan.

Borobudur

Saat ini, Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, Candi Borobudur telah menjadi tempat suci bagi penganut Buddha di Indonesia dan menjadi pusat perayaan tahunan paling penting penganut Buddha yaitu Waisak.
Borobudur menjadi salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan manusia yang pernah dibuat di Indonesia. Borobudur menjadi obyek wisata dan budaya utama di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Setelah mengunjungi Borobudur, Anda bisa juga mengunjungi desa di sekitarnya seperti Karanganyar yang memiliki beberapa obyek wisata menarik.

sumber : http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/182-candi-borobudur.html

Tuesday, December 14, 2010

Tabir Misteri dibalik Wayang di Indonesia

0 komentar
Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang. Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu. Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp1 dan Rp2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.

Itulah cuplikan tulisan yang ditampilkan oleh blog.agul.net. Berbicara masalah misteri seputar wayang memang susah untuk di tangkap dengan penalaran. Keunikan wayang justru tertelak pada kemisteriannya. Misteri itu konon juga terdapat pada lakon-lakon yang dipergelarkan oleh Dalang. Biasanya orang yang punya hajat akan menolak lakon Baratayudha, Brubuh, Ontran-ontran, dan lakon yang mengisakan kematian seorang tokoh. Lakon tersebut diyakini oleh penanggap wayang akan membawa sial kelak kemudian hari. Maka dari itu kebanyakan penanggap wayang akan memilih lakon wahyu, atau Raben, yang diyakini akan membawa berkah. Lakon-Lakon yang membawa sial antara lain; Obong, Brubuh , gugur, dan masih banyak lagi termasuk lakon-lakon tua, Watugunung, Pecahing Dina, Lahirnya Semar dll.

Menjadi pemikiran dalam benak saya mengapa lakon Baratayudha harus dilakonkan oleh dalang yang sudah senior/sepuh yang mempunyai bekal kemampuan dan spiritual diatas rata-rata Dalang lainnya sebab jika tidak ada saja halangan yang akan menimpa Dalang atau penanggapnya. Saya ingat dimasa kecil ketika mengikuti ayah mendalang di tetangga kampung dengan lakon Anoman Obong,secara kebetulan atau bagaimana tiba-tiba ditengah malam ada yang rumahnya kebakaran. Teman kuliah saya semasa kuliah berani menampilkan Baratayuda beberapa hari setelah pergelaran Bapaknya meninggal. Saya sendiri setiap melakonkan Baratayuda anak pertama saya masuk rumah sakit, tetapi alhamdulilah sekarang tidak lagi. Saya tidak tahu dan tidak percaya hubungan lakon dengan peristiwa kehidupan,tetapi saya mengalaminya. Apakah karena wayang sudah berumur berabad-abad? apakah karena pujangga pembuat lakon wayang sangat ampuh, ataukah karena campur tangan Wali dalam penciptaan wayang dan penyempurnaan pergelarannya? Walahualam, belum ada penelitian yang mengarah ke sana.

Sumber : http://wayang.wordpress.com/2010/03/06/misteri-uang-bergambar-wayang/

Kemajuan Peradaban Pra-sejarah Peru

0 komentar

Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa bernama ICA. Tempat ini merupakan museum bagi puluhan ribu bebatuan misterius. Batu-batu ini diukir sesuai dengan kisah peradaban manusia masa lampau. Sulit dipercaya namun ini benar-benar nyata. Batu-batu yang juga disebut prasasti ICA ini, menunjukkan adanya kemajuan peradaban orang-orang masa lampau.

Menurut media setempat, banyak bebatuan ditemukan setelah bendungan di sungai ICA mengalami kerusakan. Di tempat tersebut ditemukan batu-batu berukir yang menggambarkan sejumlah galaksi, hewan-hewan purbakala, benua kuno, bencana besar masa lampau dan lain-lain.


Uji kimia menunjukkan bahwa batu-batu itu berasal dari pegunungan Andes. Pada batu-batu tersebut terdapat sejumlah fosil dari organisme yang hidup ribuan tahun lalu. Jika kita merujuk pada batu-batu tersebut terdapat sejumlah ukiran yang menunjukkan kemajuan peradaban kuno, seperti operasi transplantasi organ, tranfusi darah, teleskop, peralatan medis dan banyak lagi gambar yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmuwan sekarang.

Dari batu-batu ini, kita dapat melihat hubungan antara dinosaurus dengan manusia. Manusia yang terukir, terlihat jauh lebih kecil dari dinosaurus, namun dinosaurus nampak jinak dan bersahabat dengan manusia. Menurut sejumlah ilmuwan, dinosaurus telah punah ratusan ribu tahun lalu. Mengapa manusia dapat hidup berdampingan dengan raksasa seperti dinosaurus?

Dr. Javier Cabrera, pemilik batu-batu ini, mengatakan bahwa para arkeolog tahu bahwa ada sebuah peradaban maju di luar bumi. Mereka luar biasa karena memiliki tekhnologi tinggi. Mereka tidak perlu menggunakan sumber energi seperti yang kita gunakan saat ini namun mereka dapat bepergian mengelilingi bintang.  

Dianatara bebatuan itu terdapat sebuah gambar bumi yang terlihat dari atas langit pada 13 juta tahun lalu. Ada empat gambar yang nampak seperti peta bumi. Tanah misterius Atlantis juga terukir di beberapa batu tersebut.  

Batu-batu tersebut juga menunjukkan bahwa peradaban orang-orang kuno ini bahkan lebih maju dari peradaban kita saat ini. Mereka tahu bagaimana menangani resiko dalam proses transplantasi. Salah satu gambar juga menunjukkan adanya gelembung kecil yang dipisahkan dan diambil dari embrio wanita hamil. Kemudian gelembung itu disuntikkan ke dalam tubuh pasien yang sedang menunggu transplantasi. (Metode perawatan seperti ini baru dikembangkan oleh ilmuwan kita sejak beberapa tahun lalu) (Erabaru/UniqueNews/sua)

Saturday, November 20, 2010

Foto-Foto Pentas Budaya Indonesia di Hungaria

0 komentar

Tim kesenian dari Universitas Padjadjaran mengadakan pagelaran kesenian tari dan musik tradisional Indonesia di Royal Palace Godollo di Godollo dan Csokonai Cultural Center Distrik XV Budapest di Budapest. Tarian dan musik tradisional yang ditampilkan tersebut mendapat sambutan yang meriah dari para penonton.
GB
4 penari dari grup kesenian tradisional Universitas Padjajaran Bandung, membawakan Tari Merak dari Jawa Barat, sebagai tarian pembuka dalam pertunjukan perdana di Royal Palace Godollo, Hungaria. (KBRI Budapest).
GB
Walikota Godollo, Mr Gyorgy Gemesi beserta istri dan penonton yang hadir diajak memainkan angklung dengan lagu 'You raise me up' dan 'Heal the world'. (KBRI Budapest).
GB
Grup kesenian dari Universitas Padjajaran menampilkan musik tradisional rampak gendang dari Jawa Barat. Musik tradisional ini berhasil memukau penonton yang menghadiri pagelaran kesenian Indonesia tersebut. (KBRI Budapest).

sumber http://unic77.blogspot.com/2010/11/foto-foto-pentas-budaya-indonesia-di.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...